Sejarah Kebebasan Ekonomi dalam Masyarakat Islam
Sejarah
Kebebasan Ekonomi dalam Masyarakat Islam
Kebebasan
dalam sistem kapitalis memberikan individu hak kepemilikan, produksi, dan
mengkonsumsi menurut apa yang dikehendakinya tanpa mengharuskan untuk komitmen
terhadap kaidah-kaidah moral atau nilai-nilai sosial. Sedangkan dalam islam,
individu diberikan kebebasan yang terbatas dan terikat dengan ajaran-ajaran
islam.
Di
sepanjang sejarah masyarakat islam, kebebasan ekonomi dijamin oleh tradisi
masyarakat sebagai sistem hukumnya. Nabi SAW menolak penetapan harga, bahkan
walaupun harga sangat tinggi. Penolakannya didasarkan pada prinsip keterbukaan
dalam bisnis atau prinsip tawar-menawar secara sukarela dalam perdagangan yang
tidak memungkinkan pemaksaan cara-cara tertentu, dimana tidak memperbolehkan
produsen dalam menjual barangnya pada tingkat yang lebih rendah dari harga
pasar, sepanjang perubahan harga itu disebabkan oleh kondisi atau faktor nyata
dari penawaran dan permintaan tanpa adanya kekuatan monopoli.
Comments
Post a Comment