Hubungan Antara Aktifitas Ekonomi Dengan Norma
Hubungan Antara Aktifitas Ekonomi Dengan Norma
Ekonomi
Islam dibangun dari realitas empirik dan masalah faktual, sehingga hubungan
teori ekonomi Islam dengan teori lain dan hubungan teori ekonomi Islam dengan
praktek saling berkaitan. Eksistensi ekonomi Islam bukan berlandaskan
perspektif manusia sebagai human of economic semata, tetapi berdasarkan
perspektif manusia sebagai hamba Allah yang dilahirkan di dunia secara fitrah
(suci), dan didasarkan juga kepada 4 (empat) aksioma yaitu; equilibrium (keseimbangan),
free-will (kebebsan berkehendak), unity (kesatuan), dan responbility
(pertanggungjawaban).
Oleh
sebab itu, metodologi ekonomi Islam digunakan untuk mengungkap dan
mengklarifikasi permasalahan ekonomi yang multidimensial. Tindakan ini
digunakan untuk menjaga obyektifitas dalam proses pengungkapan kebenaran
terhadap suatu fenomena. Secara alami unsur manusiawi atau kemanusian akan
menguji bahwa segala fenomena berujung pada keselarasan (equilibrium)
yang selalu berkelanjutan. Hal inilah yang kemudian melahirkan sikap dinamis
dan progesif, yaitu rasa syukur yang muncul karena keberhasilan atau kegagalan
dari sebuah proses usaha untuk mencari atau menemukan kebenaran. [1]
[1] Muhammad dan
Adiwarman A. Karim, Sistem, Prinsip dan Tujuan Ekonomi Islam, alih bahasa Imam
Saefuddin,(Bandung: Pustaka Sejati 1999), p.251
Comments
Post a Comment