Kebijakan Moneter
Inflasi merupakan kondisi kenaikan harga barang dan jasa secara
umum dan terus menerus. Umum berarti kenaikan harga tidak hanya terjadi pada
satu jenis barang saja, tapi kenaikan harga itu meliputi kelompok barang yang
dikonsumsi oleh masyarakat, terlebih lagi kenaikan itu akan mempengaruhi harga
barang lain di pasar. Terus menerus berarti bahwa kenaikan harga terjadi tidak
sesaat saja, misalnya kenaikan harga barang menjelang hari raya. Kenaikan harga
pada kondisi tertentu tidak menjadi permasalahan kerena harga akan kembali normal.
Kebijakan moneter merupakan kebijakan bank sentral atau otoritas
moneter dalam bentuk pengendalian besaran moneter untuk mencapai perkembangan
kegiatan perekonomian yang diinginkan. Dalam praktek, perkembangan kegiatan
perekonomian yang diinginkan tersebut adalah stabilitas ekonomi makro yang
tercermin oleh stabilitas harga, membaiknya pertumbuhan ekonomi (output riil),
serta cukup luasnya lapangan kerja yang tersedia.
Pemerintah
menggunakan kebijakan moneter sebagai pengendali inflasi, yaitu stabilisasi harga.
Oleh karena itu dibutuhkan adanya mekanisme tranasmisi kebijakan moneter
beserta instrumen-instrumen yang digunakan. Terbentuknya sistem monter syariah
diharapkan menjadi solusi dari kegagalan yang diakibatkan oleh sistem moneter
konvensional yang terpaku pada sistem bunga. Sistem bunga membawa kegiatan
perekonomian dalam tindak spekulasi yang akan menghambat perekonomian sektor
riil untuk berkembang dan akhirnya pertumbuhan ekonomi tidak berdiri dengan
kuat atau rapuh meskipun angka pertumbuhan ekonomi tinggi. Asumsinya adalah
dengan adanya kebijakan moneter syariah, kebijakan moneter khususnya di
Indonesia akan terbebas dari sistem bunga dan diharapkan dapat mencapai tujuan
moneter yang lebih baik. Dalam penelitian ini mengkhususkan dengan menggunakan
mekanisme transmisi moneter jalur harga aset
Comments
Post a Comment